Tibalah saat di mana diri ini berdiri
Mendongak menatap langit dan percaya diri
Melupakan seluruh rasa-rasa iri
Yang ada hanyalah sebuah pengakuan jati diri
Sadarlah bahwa engkau ada di atas bumi surgaMendongak menatap langit dan percaya diri
Melupakan seluruh rasa-rasa iri
Yang ada hanyalah sebuah pengakuan jati diri
Yang sungainya tak pernah kering selamanya
Yang tanahnya subur menumbuhkan apa saja
Yang ikannya melimpah di lautnyaEngkau tahu bahwa engkau adalah anak bangsa
Maka jangan kau nodai tanganmu dengan kehinaan
Kau ambil tetesan-tetesan jiwa dan raga
Hanya demi seonggok kertas dan air kehinaanKenapa harus duduk sambil menengadah
Sedangkan matahari masih bersinar cerah
Bukankah kau punya tangan dan kaki yang kuat
Sehingga kau menggunakannya untuk bekerja giatBerdirilah di atas tempat yang paling tinggi
Dan raihlah bintang harapan yang selalu bersinar
Jangan sombong dan omong kosong tapi boleh rendah hati
Tunjukkan wajah kesungguhanmu ceria dan berbinar-binar Bangun dan bukalah matamu
Merangkaklah walau itu sulit bagimu
Berdirilah dan ambil semangat-semangat baru
Berjalanlah dan penuhilah dengan udara paru-parumu
Berlarilah mengalahkan angin tapi jangan lupa siapa dirimu
Lalu bakarlah hingga membara semangatmu itu
Lihatlah rumput-rumput merasakannya hingga terbakar karenamu
Angin pun bersahabat denganmu
Lalu apa yang kau takutkan dengan semua ituBangun dan bukalah matamu anak muda!
Kau ada di sini untuk menaklukkan dunia
Sebuah tujuan dan bukan sebuah angan belaka
Orang berkata kau adalah orang gila
Tapi inilah kesungguhan dan cita-cita muliaApabila kau berada di garis depan
Maka jangan sampai kau terbawa angan-angan
Berjuang untuk menegakkan keadilan
Agar jiwa dan harta tak terbuang meninggalkan harapanMusuhmu adalah mereka yang mengambil milikmu
Musuhmu adalah mereka yang menggerogoti bangsamu
Gertaklah mereka dengan raungan dan aumanmu
Terkam mereka dengan rasa keadilanmu
Ajarkan kebenaran dan keadilan kepada anak cucumu
Hingga suatu saat merekalah yang pantas menjadi pewarismuLubang-lubang angin yang menimbulkan bunyi memekik
Tutuplah mereka hingga tak satupun yang berisik
Harapan itu adalah sebuah keheningan yang tak terusik
Sebab dari lubang-lubang itu muncul musuh-musuh bersisik
Laksana tikus, kecoa, ataupun ular berderikBahaya….bahaya….
Jangan sampai mereka menang dan mengambilnya
Tanah ini adalah tanah warisan dari leluhur kita
Pertahankan dan jangan sampai digerogoti oleh merekaBangsa manapun pasti menghormati kita
Asalkan kita menghormati apa yang ada dan pantas pada diri kita
Tanah ini tak akan menjadi tanah tandus
Gunung akan terus mengeluarkan airnya ketika kita haus
Padi akan terus menghijau selama kita urus
Hutan akan tetap rimbun selama gergaji tak terhunusHingga nanti ketika kita menang
Kan aku tampilkan pose menantang
Kutunjukkan wajahku yang senang dan riang
Aku tertawa karena kenyataan aku menang
Hingga saat itu tiba, tak akan ku ubah hasrat ini
Hingga saat itu tiba, kaki ini akan tetap berdiri
Sebelum berkarat ataupun patah pedang ini
Sebelum diambilnya jiwa ini
Aku akan tetap berjuang hingga tak kulihat mentari esok hari..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar